Like Us on Facebook: All About Information Follow Us on Twitter: @AllAboutInfor Subscribe Us on BBM Channel: C0048F932 Tell Us Your Experience via E-Mail: all-news_redaksi@outlook.com Mercedes Logo
Tampilkan postingan dengan label All-Indo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All-Indo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 April 2014

Pesawat Kepresidenan RI nan Mewah dan Canggih

     Pesawat Kepresidenan Indonesia tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Pesawat tipe Boeing Business Jet 2 sama seperti Boeing 737-800 namun dengan sistem yang berbeda. Pesawat ini mendarat dengan sempurna di Lanud Halim Perdanakusuma pada 10 April 2014 kemarin setelah penerbangan selama 4 hari dari markas Boeing. Pesawat dikendalikan oleh Kapten David dan Co-pilot Jean beserta perwakilan TNI, Letkol Firman, Letkol Ali Gusman, dan Peltu Suminardi. Pesawat sempat muter-muter diudara untuk menyesuaikan waktu dengan seremoni. Apabila pesawat ini tidak digunakan maka akan disimpan di hangar TNI AU dan untuk perawatan dilakukan maskapai pelat merah, Garuda Indonesia. Mentri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi mengatakan kalau dengan pembelian pesawat seharga Rp. 840 Miliar dapat menghemat biaya perjalanan presiden hingga Rp. 114,2 Miliar per tahun ke berbagai wilayah di Indonesia atau ke berbagai negara di dunia. Dan juga tidak menggangu jadwal penerbangan Garuda Indonesia yang notabene adalah maskapai yang pesawat 737-800 NG dan Airbus A330 sering dipinjam oleh presiden untuk daya tempuh dekat dan jauh. Pesawat ini akan dikendalikan oleh Pilot Letkol Firman



     Pesawat ini memiliki kapasitas tempat duduk 4 VVIP Class Meeting Room dengan ukuran 2.5 x 2 m dilengkapi meja 30 x 80 cm, 2 VVIP Class State Room dengan dua kursi besar dan meja ukuran 60 x 40 cm dengan layar LCD 42 inch,  12 executive area digunakan untuk para menteri dan dipisahkan lorong sepanjang 6 meter dengan lebar 40 cm, dan 44 staff area yang dilengkapi layar kecil untuk hiburan. Terdapat kamera di sirip pesawat yang arahnya lurus dengan hidung pesawat sehingga dapat melihat kondisi pesawat saat take off dan landing yang terhubung ke semua monitor. Pesawat ini menampung total 67 penumpang cukup untuk rombongan kenegaraan.


     Pesawat ini menggunakan dua mesin CFM 56-7, dengan rentang sayap 35,79 m, tinggi 12,5 m, panjang 38 m. Daya tempuh pesawat ini 10.000 km karena tangki bahan bakar diperbesar, dengan ketinggian maksimal 41.000 feet, waktu tempuh maksimal 10 jam dengan kecepatan jelajah maksimum 0,785 mach dan kecepatan maksimum 0,85 mach. Tulisan Republik Indonesia terpampang jelas di bodi pesawat tersebut dengan logo garuda Pancasila serta logo bintang dengan padi dan kapas di bawah kokpit. Beberapa fitur canggih yaitu kemampuan menghindari peluru kendali. Sensor mendeteksi keberadaan benda bersuhu panas dan dengan otomatis menghindar. Sekilas burung besi biru ini mirip dengan Air Force One milik USA. Dikatakan, kalau warna biru muda dan putih dapat berkamuflase dengan langit dan awan sekitarnya.

*) Foto dari Kompas.com, detik.com

Pemilu Legislatif 2014

Tahun 2014 adalah tahun pesta demokrasi bagi Indonesia. Pasalnya, rakyat Indonesia akna memilik wakil-nya yang baru dan juga pemimpin baru. Tentu saja, semua rakyat mendukung siapapun yang menang dan mengharapkan ada perubahan dari kekurangan di periode lalu, dan peningkatan kebaikkan di periode lalu. Pemilu legislatif di adakan serentak di seluruh wilayah Indonesia dan wilayah Kedutaan Besar Republik Indonesia di negara lain. Pemilu 2014 kembali menerapkan sistem coblos karena sebelumnya conterng pada 2009. Pemilu kali ini diikuti 12 partai nasional dan 3 partai lokal Aceh. Partai nokal yakni:
1. Partai Nasional Demokrat (Nasdem)
2. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
3. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
4. Parta Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)
5. Partai Golongan Karya (Golkar)
6. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
7. Partai Demokrat
8. Partai Amanat Nasional (PAN)
9. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
10. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
11. Partai Damai Aceh (PDA)
12. Partai Nasional Aceh (PNA)
13. Partai Aceh
14. Partai Bulan Bintang (PBB)
15. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)

Dahlan Iskan menjadi orang yang menggunakan hak pilihnya pertama pada pukul 07.45. Dari pantauan redaksi All-Indo di TPS 05 Reni Jaya, Pamulang, antusiasme pemilih mulai terlihat dari pembukaan TPS. Hingga pukul sembilan pagi, TPS tetap penuh dengan warga yang menggunakan hak pilihnya. Pemilu berakhir pukul 12.00 WIB. Hasil hitung cepat sudah dimulai sejak pukul 12.00 WIB untuk wilayah Indonesia Timur. Terdapat 36 lembaga survei yang melakukan Quick Count. Kami akan mengutip hasil Quick Count dari Tim Litbang Kompas. Berikut hasil sementara:

Suara Sah: 65.63 %
Tidak Sah: 7.75 %
Tidak Digunakan: 26.62 %
Persentase Suara Masuk: 93 %

PDI-P: 19.23%
Gokar: 15,02%
Gerindra: 11,76 %
Demokrat: 9,43 %
PKB: 9,13 %
PAN: 7,51 %
PKS: 6,98 %
Nasdem: 6,71 %
PPP: 6,68 %
Hanura: 5,11 %
PBB: 1,5 %
PKPI: 0,94 %

Sepertinya Partai PDI-P tidak mencapai target awalnya yaitu lebih dari 25 % atau tepatnya 27 %. Namun hal perolehan suara PDI-P sudah mendongkrak suara PDI-P hingga menjadi posisi utama dalam hasil Quick Count KOMPAS. Sepertinya Jokowi Effect juga mempengaruhi suara PDI-P. Dan rupanya, Rhoma Effect juga mendongkrak suara PKB sehingga menjadi posisi ke-4. Namun suara ini juga belum resmi. Karena selain ini masih hasil quick count, terdapat beberapa TPS yang belum mencoblos karena surat suara yang tercoblos, tertukar, dan sebagainya. KPU mengumumkan hasil resmi Mei mendatang. Pemilihan presiden dan wakil presiden dilakukan bulan Juli. TPS tersebut diberi tenggak waktu hingga 15 April 2014. Demikian laporan tentang pemilu legislatif 2014. Nantikan updatenya. Berita ini ditulis 11 April 2014, pukul 17.00 WIB.

*) Sumber quick count sudah dicantumkan. Sehingga tidak ada tuntutan mengenai hasil pemilu ini. Sumber sudah sesuai dan valid.